Senin, 06 Februari 2012

Panorama Pantai


Kau begitu mempesona
Keindahanmu tiada duanya
Hingga ku tak mampu mengedipkan mata
Pesona pasir putihmu
Seakan melengkapi suasana
Dengan deburan ombak
Dan tiupan angin yang menyejukkan hati
Menjadikanku nayaman berada di sini
Hingga ku tak mampu melangkahkan kaki
Untuk meninggalkan hamparan pasir putih ini

Selasa, 25 Oktober 2011

SENYUMAN ITU

            Siang itu, ku berjalan menyelusuri lorong-lorong di sekolahku tanpa arah yang jelas. Pikiranku telah penat akan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, belum lagi masalahku dengan sahabatku. Itu semua membuat kegalauan di hatiku. Belum sempat aku berhenti, tiba-tiba terdengar suara seorang anak memanggilku dan membuyarkan semua lamunanku.
            “Hilma,” terdengar suara anak itu lagi. Aku pun menoleh, dan ku lihat Rafa sedang memandangku dan berjalan menuju ke arahku.
            “Hai, siang-siang gini kok melamun? Awas, ntar kesambet lho!!” Kata Rafa dengan senyuman yang menggembang di bibirnya. Belum sempat aku menjawabnya, ternyata Rafa sudah bisa menebak apa yang ada dipikiranku.
“Masalah yang tadi gak usah kamu pikirin!! Ntar tak bantu nyelesainnya, lagian kamu juga gak salah kan? Jadi, jangan takut, masalah ini pasti bakal selesai kok!!” Kata Rafa.
“Gak kok, aku gak lagi mikirin masalah itu, aku cuma lagi pusing aja mikirin tugas yang numpuk,” Kataku.
“Aku tahu kok, apa yang kamu pikirin. Tenang aja ya, aku akan selalu ada buat kamu.” Kata Rafa sebelum ia berlalu menuju ke halaman gerbang sekolah dan bergabung dengan teman-teman yang lain untuk menunggu jemputan.
Hatiku kini menjadi agak tenang mendengar kata-kata Rafa tadi, dia selalu bisa menghibur aku dan bikin hati aku jadi tenang.
***
Keesokan harinya, dengan hati yang dagdigdug, aku berjalan memasuki kelas. Belum beberapa langkah aku masuk,  tiba-tiba Sila menghampiriku dan kemudian memelukku.
“Hilma, maafin aku!! Aku dah dengar semuanya dari Rafa. Ternyata Via yang salah, bukan kamu. Sekali lagi maafin aku karena ku dah nyalahin kamu.” Kata Sila dengan isak tangisnya.
“Iya, gak papa kok. Maafin aku juga ya kemarin aku dah nyuekin kamu dan udah bikin kamu salah paham.” Kataku dengan agak terbata-bata.
Dari kejauhan bisa ku lihat Rafa tersenyum memandang ke arah kami. Dalam hati, aku berkata, “Makasih Rafa”.
***
Pada waktu jam istirahat sekolah. Saat aku sedang duduk sendiri, pandanganku terfokus pada layar monitor laptopku. Aku pun sedang sibuk mengerjakan tugas presentasi yang besok harus sudah dikumpulkan. Tiba-tiba, ada seorang anak datang menghampiriku dan kemudian duduk di sampingku.
            “Ada yang bisa aku bantu?” Katanya. Aku pun  menoleh dan ku lihat Rafa sedang tersenyum dan memandang ke arahku. Senyuman itu, senyuman khasnya Rafa yang bisa bikin aku melayang-layang.
            “Gak kok, makasih.” Kataku dengan senyuman yang aku anggap paling manis.
            “Ya udah deh, tak temenin aja ya!!” Kata Rafa.
Mendengar kata-kata Rafa itu, aku jadi malu dan berusaha untuk tidak salah tingkah. Secepatnya aku pun menjawab, “Iya deh.”
“Raf.,”
“Iya.,”
“Mmm, makasih ya soal ... ” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Rafa telah terlebih dahulu menghetikan kata-kataku dan sepertinya ia sudah tahu apa yang akan aku katakan.
            “Sst., iya gak papa kok, itu sudah kewajiban aku untuk membantu kamu” Katanya dengan senyuman manisnya itu lagi.
            “Makasih ya, Raf, kamu selalu bisa bikin aku bahagia dan bikin aku tersenyum lagi” Kataku dengan menunduk.
            “Iya, Hilma. Aku lakuin ini semua karena aku sayang sama kamu” Kata Rafa.
            Aku pun menatap Rafa yang sedang tersenyum memandangku dan aku pun membalasnya dengan senyuman yang paling manis. Kini mata kami saling bertemu. Dan kami tidak sadar ada Sila yang sedang tersenyum melihat kami dari pintu kelas.

Selasa, 26 Oktober 2010

Alvin and The Chipmunks


Alvin and the Chipmunks adalah film yang dirillis tahun 2007. Film ini berdasarkan kehidupan nyata Ross Bagardsrian Sr yang telah wafat. Film ini dibintangi oleh Jason Lee, David Cross, dan Cameron Richardson.


Alvin, Simon, dan Theodore adalah 3 ekor tupai yang bisa menyanyi, berbicara dan pintar. Mereka tinggal di sebuah pohon di Danau Siera sampai pohon itu ditebang dan dibawa ke kota besar Los Angeles, California. Dave Seville (Jason Lee) penulis lagu yang terkenal di seluruh Los Angeles bertemu dengan tupai-tupai ini. Tupai-tupai itu telah membuat kekacauan di rumah Dave. Akhirnya setelah mereka membuat perjanjian dengan Dave akhirnya Dave mencoba mengorbitkan mereka karena keahlian mereka dalam bernyanyi, akan tetapi karena tupai-tupai ini demam panggung akhirnya mereka kehilangan kemampuan menyanyinya dan membuat Dave tampak konyol di depan bos-nya dan akhirnya Dave dipecat oleh bosnya, Ian Hawke (David Cross). Selain itu Dave juga kehilangan Claire (Cameron Richardson), mantan pacarnya, karena ketika ia menemui Dave di rumahnya untuk makan malam, Dave mencertitakan tentang tupai-tupainya yang bisa berbicara dan bernyanyi, sehingga Claire merasa Dave mengolok-oloknya. Akhirnya Alvin, Simon dan Theodore berusaha memperbaiki itu semua dengan mendatangi rumah Ian, sehingga Ian kembali percaya kepada Dave. Akibat kemampuan bernyanyi mereka Alvin and The Chipmunks terkenal di seluruh Amerika Serikat lewat lagu Chrismas Don't Be Late. Namun, kesuksesan itu membuat Ian menyingkirkan Dave yang dinilainya tak mampu bekerja lagi yang sebenarnya itu hanya taktiknya saja karena Ian ingin para tupai itu lebih hebat lagi dengan demikian uang akan deras masuk ke kantongnya. Tentu saja Dave tak mau terima begitu saja. Dave berusaha menyelamatkan Alvin, Simon, dan Theodore dari niat jahat Ian sebab Dave tak ingin ketiganya yang disayangi dan sudah dianggap sebagai keluarganya djadikan mesin pencetak uang oleh Ian.


Kalau mau tahu lebih lengkap lagi, kamu bisa buka www.chipmunks.com

Additive Food and Its Influence for Human Health

ADDI TIVE FOOD AND ITS INFLUENCE FOR HUMAN HEALTH             Additive food is substances that are added to food in a little a...